rocky-4

Sinopsis Film Rocky IV 1985

Film Rocky IV menampilkan adegan awal saat Rocky mengalahkan Clubber Lang dan merebut kembali gelar juara dunia tinju miliknya. Kita pun akan menyaksikan kembali bagaimana Rocky berlatih tanding melawan Apollo Creed. Kini, sang mantan juara dunia dan sang juara bertahan itu telah menjadi sahabat. Rocky mendapatkan kembali sisik pelatih sekalaigus sahabat dekat dalam diri Apollo setelah ia kehilangan Mickey yang mennggal akibat serangan jantung.

Kini, Rocky menjalani kehidupannya yang serba berkecukupan dengan bahagia. Ia tinggal bersama istri dan anaknya. Selain itu, Paulie si kakak ipar juga tinggal bersamanya. Rocky sangat menyayangi keluarganya. Hal ini terlihat ketika ia bersama istri dan anaknya memberi kejutan ulang tahun kepada Paulie. Meski demikian, Rocky hanya menggelar sebuah perayaan sederhana di rumahnya sendiri. Jauh dari kesan glamour meskipun ia berstatus sebagai seorang yang terkenal.

Ivan Drago

Adegan kemudian berpindah menunjukkan kedatangan sekelompok orang dari Soviet. Mereka adalah Ivan Drago dan istrinya yang bernama Ludmilla, dan sebuah tim pelatih asal Uni Soviet dan Kuba. Seorang laki-laki bernama Nicolai Koloff juga datang bersama mereka. Koloff yang merupakan manajer sekaligus juru bicara tim tersebut memperkenalkan Ivan Drago sebagai petinju sekaligus atlet terkuat dari Soviet.

Mereka mengadakan sebuah konfrensi pers dan menunjukkan kekuatan pukulan Drago yang setara dengan 400 kg. Ivan Drago adalah petinju yang mendapatkan kekuatannya berkat dukungan dari teknologi pelatihan Soviet yang berkualitas tinggi. lalu, Koloff menyampaikan bahwa maksud kedatangan mereka ke Amerika adalah untuk menantang petinju terkuat di negara tersebut, yaitu Rocky Balboa.

Ternyata, Apollo Creed yang sedang bersantai di rumahnya melihat siaran pers Drago di televisi. Patriotismenya sebagai orang Amerika membuat Apollo ingin menantang dan bertarung sdengan Drago. Maka, Apollo pun segera menghubungi Rocky. Ia mengunjungi Rocky dan mengutarakan keinginannya tersebut. Adrian, istri Rocky, mengatakan kepada Apollo bahwa sudah waktunya bagi Apollo dan Rocky untuk memikirkan hal lain selain tinju.

Dalam sebuah kesempatan, Apollo berbicara empat mata dengan Rocky. Ia kembali meminta Rocky untuk mendukung rencananya dan membantunya sebagai teman latihan. Rocky yang semula menolak dan sependapat dengan Adrian pun menjadi segan terhadap Apollo. Ia mengerti betul bahwa Apollo adalah seorang petarung sejati dan selalu siap untuk membuktikan dirinya kapan saja. Akhirnya, Rocky pun setuju dan mendukung sahabatnya itu dan Apollo berjanji itu akan menjadi pertandngan terakhirnya.

Kematian Apollo Creed

Sesaat, sebelum bertanding, Rocky menemani Apollo bersiap dan mengatakan agar kawannya itu tidak memaksakan diri. Namun, Rocky mengerti bahwa Apollo akan tetap mengerahkan segenap kemampuan dan segala yang ia miliki saat bertarung di atas ring. Apollo merasa orang-orang Soviet itu sempat meremehkannya ketika menggelar konferensi pers. Oleh karena itu, ia semakin bertekad untuk membuktikan bahwa ia bukan petinju yang bisa diremehkan.

Seperti biasanya, Apollo memasuki arena dengan semacam seremonial yang megah dan penuh gaya. Sementara itu, pihak Drago tampak begitu tenang dan dingin. Sesuai gayanya, Apollo mengeluarkan ungkapan-ungkapan provokatifnya untuk memancing emosi lawan, tetapi Drago bergeming seolah menganggap itu semua sebagai angin lalu. Pertandingan pun dimulai setelah Drago sempat mengejutkan Apollo dengan sentakan kedua tangannya.

Apollo menyerang sejak awal pertandingan. Ia membuka pertahanannya dan memasukkan begitu banyak pukulan kepada Drago. Namun, Drago tidak pernah menghindar. Ia terus menghadapi Apollo dan mengikuti ke mana saja lawannya itu bergerak. Bahkan, sekali mendapat kesempatan, Drago memberi pukulan yang langsung membuat Apollo terguncang. Drago melanjutkan serangannya hingga ronde pertama berakhir dan membuat Apollo babak belur.

Rocky ingin menghentikan pertandingan itu saat melihat kondisi Apollo yang parah. Namun, sahabatnya itu bersikeras untuk melanjutkan pertandingan dan meminta Rocky berjanji untuk tidak menghentikannya. Seakan menjawab kekhawatiran Rocky, Drago benar-benar menghajar habis Apollo sejak memasuki ronde kedua. Drago melayangkan sebuah pukulan yang sangat keras dan telak menghantam Apollo. Pukulan itu membuat Apollo terjatuh dan mengakhiri perlawanan, pertandingan, sekaligus nyawanya.

Tantangan Rocky

Sambil memangku Apollo yang tak lagi bernyawa, Rocky membalas tatapan Drago yang masih di atas ring. Peristiwa itu pun menanamkan dendam dalam diri Rocky kepada Drago. Kali ini, Rocky tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat keputusan. Usai mengahadiri pemakaman Apollo dan mengungkapkan betapa dalam kesedihannya, Rocky menantang Ivan Drago untk bertarung. Pihak manajemen Drago mengatakan hanya mau menerima tantangan Rocky jika pertandingan mereka di adakan di Rusia. Tanpa banyak bicara, Rocky pun menerimanya.

Rocky seakan mengerti bahwa ia akan menghadapi kemarahan dari Adrian. Ia pun memahami bahwa Adrian mati-matian melarangnya bertanding karena khawatir. Adrian tidak ingin Rocky mengalami hal yang sama dan berakhir seperti Apollo. Akan tetapi, Rocky tetap memegang teguh keputusannya untuk melawan Drago dan melakukan hal itu demi menghormati mendiang Apollo. Dalam kesendiriannya, Rocky mengingat perjalanannya sebagai petinju. Apollo Creed adalah petinju profesional pertama yang menantangnya. Lalu, Rocky pun menyadari besarnya peran dan jasa Apollo dalam karier tinjunya, baik sebagai lawan, sebagai pelatih, maupun sebagai sahabat.

Bersama Paulie dan Duke, Rocky pun menuju ke Soviet. Perwakilan dari Ivan Drago menjemput mereka saat tiba di Soviet. Lalu, mereka mengantar Rocky dan rombongannya menuju sebuah tempat terpencil yang akan menjadi tempat latihan Rocky. Sejak kedatangan mereka itu, pihak Soviet juga menempatkan dua orang untuk menjaga keamanan Rocky dan timnya. Meski terkadang Rocky dan kawan-kawannya merasa lebih seperti mendapat pengawasan ketimbang pengawalan, mereka pun tidak berbuat apa-apa.

Rocky dan Ivan Drago memulai latihannya masing-masing. Kedua petinju tersebut benar-benar serius dan berkonsenstrasi dalam mempersiapkan diri. Meski menggunakan peralatan yang bertolak belakang, baik Rocky maupun Drago menjalani latihan yang sangat keras. Drago berlatih dengan berbagai peralatan dan teknologi canggih yang merupakan fasilitas dari pemerintah Soviet. Sementara itu, Rocky menggunakan alam bebas sebagai medan latihan dan memanfaatkan peralatan-peralatan tradisonal sebagai alatnya. Ketika suatu sore Rocky melihat Adrian telah datang dan memberikan restu serta dukungannya, tekad dan semangat Rocky pun tak terbendung lagi.

Pertandingan dan Perjuangan

Ivan Drago memiliki postur tubuh yang tidak hanya tinggi, tetapi juga kekar dan keras. Rocky yang berperawakan lebih pendek dari lawannya itu pun kesulitan. Sejak awal ronde pertama, Drago menyerang Rocky dan terus menyudutkannya. Ia seakan tidak mau memberi kesempatan bagi petinju asal Amerika itu untuk memberi perlawanan. Beberapa serangan balasan dari rocky seoal-olah tidak mampu melukai tebalnya badan Drago. Beberapa kali pula Drago berhasil menjatuhkan Rocky, tetapi seperti biasanya pula, Rocky yang pantang menyerah selalu bisa bangkit dan melawan kembali.

Ivan menguasai ampir seluruh jalannya pertandingan pada ronde pertama. Rocky bahkan merasa dirinya seakan menghadapi tiga orang Ivan Drago. Namun, di sudut ring, Duke dan Paulie terus menyemangati Rocky dan memantapkan keyakinannya. Sekilas, pertandingan dalam ronde kedua akan berakhir sama seperti ronde sebelumnya. Akan tetapi, Rocky berhasil mendaratkan satu pukulan yang membuat Drago terhuyung. Rocky menyambar kesempatan itu untuk melakukan serangan balasan dan ia berhasil.

Pertandingan antara Rocky dan Drago terus berlanjut di luar dugaan setiap orang. Melawan Drago di kandangnya sendiri ternyata tidak membuat Rocky kena mental. Drago memang kuat, tetapi ia menghadapi Rocky Balboa yang semangat dan tekadnya sanggup membawanya melampaui segala keterbatasan. Kedua petinju tersebut saling menyerang dan bertahan, saling membalas dan menunjukkan segenap kekuatan masing-masing.

Rocky memang menerima banyak serangan dari Drago, tetapi ia seakan menyerap semuanya. Sementara itu, Drago mulai merasakan sesuatu yang berbeda dari lawannya kali ini. Ekspresinya yang biasanya selalu tenang dan dingin kini menjadi tegang dan penuh emosi. Pertandingan yang sangat itu pun berlanjut hingga memasuki ronde terakhir. Anehnya, para penonton pertandingan tersebut mulai banyak yang meneriakkan nama Rocky. Hal ini membuat salah seorang staf dari pemerintahan menghampiri Drago dan mencelanya. Drago marah dan mencekik leher orang tersebut.

Kemenangan dan Harapan

Rocky benar-benar membalikkan keadaan dalam ronde terakhir itu. Ia terus menerima serangan demi serangan dari Ivan Drago. Namun, Rocky seakan tidak merasa sakit sama sekali, bahkan membuka pertahanannya lebar-lebar dan mempersilakan Drago untuk memberi serangan yang lebih kuat. Beberapakali Roky terpukul dan terhuyung hingga pembatas ring, tetapi ia tak pernah kehilangan fokus dan kestabilan performanya. Di sisi lain, Drago mulai kewalahan dan terengah-engah.

Mereka saling memukul dan membuat pertarungan itu menjadi lebih mirip medan perang atau pertarungan jalanan. Akhirnya, Rocky memanfaatkan sebuah kesempatan untuk membombardir Drago dengan pukulan-pukulan terkuatnya dan berhasil menumbangkan petinju asal Soviet itu. Dengan demikian, Rocky berhasil memenangkan pertandingan dan mendapatkan rasa hormat dari para penonton yang semula mencemoohnya.

Sambil menyandang bendera kebangsaan Amerika di punggungnya, Rocky menyampaikan sebuah pidato singkat yang berisi harapannya. Dengan berakhirnya pertandingan itu, Rocky mengharapkan akan adanya hubungan yang damai antara Soviet dan Amerika. Ia berharap semua orang termasuk dirinya bersama-sama melakukan perubahan yang akan membuat keadaan mereka lebih baik di masa depan nanti.

FAQ Sinopsis Film Rocky IV 1985

Trailer Rocky IV 1985

Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah penilai: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *