rocky-3

Sinopsis Film Rocky III 1982

<span style="font-weight: 400;">Ketenaran dan Kemapanan</span>

Film Rocky III mengisahkan kehidupan Rocky Balboa setelah mengalahkan Apollo Creed dan menjadi juara dunia tinju. Kini, berkat kemenangan itu, kehidupan Rocky berubah drastis. Ia menjadi sangat terkenal dan memiliki harta kekayaan yang lebih dari cukup untuk dirinya dan keluarga kecilnya. Selain itu, Rocky juga meraih kemenangan sepuluh kali berturut-turut dan selalu berhasil mempertahankan gelarnya. 

Paulie, kakak ipar Rocky, diam-diam merasa kesal kepada Rocky. Ia merasa Rocky tidak pernah memedulikan dirinya. Suatu malam, ketika Rocky dan Paul bertemu, mereka pun bersitegang. Namun, Rocky mampu menenangkan Paul dan mengatakan apa yang ia pikirkan. Sebenarnya, Rocky tidak bermaksud mengabaikan kakak iparnya itu. Ia bahkan tidak menginginkan Paul untuk bekerja terlalu keras. Rocky hanya ingin Paul menikmati hidupnya sehingga ketika kakak iparnya itu meminta untuk bekerja bersamanya, Rocky dengan senang hati menerimanya. 

Dalam sebuah pertandingan amal, Rocky harus melawan seorang pegulat bernama Thunderlips. Pegulat bertubuh tinggi dan kekar itu menyulitkan Rocky sejak awal pertandingan. Bahkan, ia sempat membanting Rocky hingga keluar dari ring. Akan tetapi, Rocky tidak menyerah begitu saja. Ia melepas sarung tinjunya dan kembali memasuki ring. Lalu, ia menantang Thunderlips dan melawannya sebagai seorang petarung. Hasilnya, Rocky membuat si pegulat kewalahan dan melemparnya hingga keluar dari ring. Maka, pertandingan itu pun sukses dan berhasil menggalang dana hingga 75.000 dollar untuk berbagai panti asuhan di AS. 

<span style="font-weight: 400;">Tantangan Baru</span>

Rocky sedang menghadiri peresmian sebuah patung dirinya. Banyak orang dan media massa yang menghadiri dan menyiarkan acara itu. Patung Rocky merupakan penghargaan atas perjuangan yang selama ini ia lakukan dan prestasi yang berhasil ia capai. Saat itu, Rocky hendak mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia tinju. Namun, seorang pria bernama James “Clubber” Lang tiba-tiba menantangnya. Awalnya, Rocky menolak tantangan tersebut, tetapi Lang malah mencaci dirinya dan Adrian sehingga Rocky pun menerima tantangannya. 

Rocky menemui Mickey dan mengatakan ia akan melawan Clubber Lang. Akan tetapi, Mickey melarangnya karena Lang adalah petinju muda yang keras dan berbahaya. Bahkan, Mickey mengatakan bahwa Lang akan menghabisinya hanya dalam tiga ronde. Rocky mencoba membantah hal itu, tetapi Mickey mengatakan sesuatu yang selama ini tidak diketahui oleh Rocky. Ternyata, selain Apollo Creed, Mickey dan timnyalah yang memilih lawan-lawan Rocky sampai saat ini. Mickey melakukan itu karena ia mengkhawatirkan Rocky. Menurut Mickey, Rocky telah kehilangan jiwa petarungnya. 

Perkataan Mickey itu membuat Rocky terdiam. Ia merasa tidak pantas menyandang gelar juara tinju dunia jika memang demikian keadaannya. Meski demikian, Rocky tetap mengatakan ia benar-benar ingin melawan Lang. Melihat kesungguhan anak didiknya itu, Mickey pun menyetujuinya dan mereka segera memulai persiapan untuk pertandingan itu. Sayangnya, ketenaran Rocky membuat banyak penggemar yang datang dan menonton setiap sesi latihannya. Hal itu membuat Mickey marah karena mereka tidak bisa berkonsentrasi. 

Di sisi lain, Clubber Lang juga mempersiapkan dirinya. Ia melakukan latihan yang sangat keras seorang diri. Suasana latihan yang sangat berbanding terbalik dengan Rocky. Kemudian, hari pertandingan antara Rocky dan Lang pun tiba. Saat kedua petinju akan memasuki ring, Lang memprovokasi Rocky dan membuatnya marah sehingga keadaan sempat menjadi ricuh. Dalam kericuhan itu, kondisi Mickey mendadak memburuk sehingga ia tidak bisa hadir di dekat ring. Rocky sempat ingin mengundurkan diri, tetapi Mickey mengatakan padanya agar tetap bertanding. 

<span style="font-weight: 400;">Kematian Mickey</span>

Kini, Rocky dan Lang telah berada di dalam ring. Apollo Creed yang menghadiri pertandingan itu melihat Lang sangat sombong. Lalu, Apollo pun mendukung dan menyemangati Rocky untuk mengalahkan Lang. Rocky langsung menyerang Lang pada menit-menit awal ronde pertama. Akan tetapi, serangan-serangan itu seakan tidak memiliki pengaruh apa-apa pada Lang. Bahkan, Lang selalu bisa memberi Rocky serangan balik yang mematikan kepada Rocky. Di akhir babak pertama, Rocky sudah merasa frustrasi dan mencari-cari Mickey. 

Pertandingan berlanjut dalam ronde kedua. Selain kurang konsentrasi karena memikirkan Mickey, Rocky juga kurang maksimal dalam melakukan latihan persiapan. Hal itu membuat Rocky menjadi sasaran empuk dari kekuatan dan keganasan Lang. Akhirnya, Lang memberi Rocky sebuah pukulan telak dan membuatnya KO. Dengan demikian, Lang pun memenangkan pertandingan dan merebut gelar juara dunia dari tangan Rocky. 

Rocky segera mencari Mickey dan mendapatkan pelatihnya itu dalam keadaan sekarat. Kepada Mickey, Rocky hanya mengatakan pertandingannya sudah selesai. Tidak lama kemudian, Mickey meninggal dunia karena mengalami serangan jantung. Hal itu membuat Rocky dan Adrian sangat sedih. Rocky menangis sejadi-jadinya di depan jasad Mickey. Kini, ia kehilangan sosok pelatih yang telah seperti ayahnya sendiri. 

<span style="font-weight: 400;">Tawaran Apollo Creed</span>

Rocky menjalani hari-hari berikutnya dalam kesedihan dan kekecewaan. Ia masih merasa sedih karena kematian Mickey. Selain itu, ia merasa kecewa kepada dirinya sendiri karena kegagalannya. Saat Rocky mengenang keberadaan sosok Mickey di sasana tinjunya, Apollo Creed mendatanginya. Apollo mengerti bahwa Rocky mendapat kekalahan karena tidak berada dalam kondisi terbaiknya. Lalu, Apollo mengatakan bahwa Rocky harus kembali melawan Lang dan merebut gelar juaranya. 

Selain itu, Apollo juga menawarkan diri untuk menjadi pelatih Rocky. Sesaat, Rocky merasa bimbang sehingga Apollo mengatakan bahwa Rocky telah kehilangan jiwa petarungnya. Rocky terkejut mendengar kata-kata Apollo itu. Masih mengingat bahwa Mickey juga pernah menyampaikan kata-kata yang sama. Maka, Rocky pun menerima tawaran Apollo. Bersama Apollo, Rocky menuju sebuah sasana kecil di Los Angeles. Di tempat itulah Apollo mengawali kariernya dalam dunia tinju. Tempat yang keras dan ganas. 

Untuk bisa mengalahkan Lang, Rocky harus menjadi petinju yang lebih kuat dan lebih keras. Ia pun mendapat latihan yang sangat keras dari Apollo. Tony “Duke” Evers yang selama ini melatih dan membesarkan Apollo juga membantu melatih Rocky. Ia menanamkan gaya bertarung yang sangat berbeda kepada Rocky. Duke membentuk Rocky dengan berbagai keterampilan yang sangat mirip dengan Apollo. Ia benar-benar ingin mengubah Rocky menjadi petarung yang berbeda dari sebelumnya. 

<span style="font-weight: 400;">Semangat Baru</span>

Sayangnya, Rocky belum berhasil move on dari kesedihan dan kekecewaannya sehingga menghambat latihannya sendiri. Apollo sempat menyerah menghadapi Rocky, tetapi Adrian sang istri dengan setia mendukungnya. Dalam satu kesempatan, Adrian berhasil membuat Rocky meluapkan perasaannya dan merasa lega. Maka, Rocky pun mendapatkan semangat baru dan  melanjutkan latihannya bersama Apollo dengan sungguh-sungguh. 

Beberapa bulan kemudian, tiba saatnya bagi Rocky untuk melawan Lang di arena tinju. Sebelum bertanding, Apollo memberikan Rocky celana boxer kebanggaannya. Apollo sangat ingin melihat Rocky mengalahkan Clubber Lang. Lalu, pertandingan Rocky vs Lang pun mulai. Rocky langsung menyerang Lang dengan serius dalam ronde pertama. Kini, Rocky telah memiliki gaya dan keterampilan yang sangat berbeda. Para penonton melihat Rocky melakukan gerakan-gerakan yang tidak hanya efektif, tetapi juga elegan. 

Dengan kemampuan barunya, Rocky sukses membuat Lang kewalahan dan bingung hingga akhir ronde pertama. Memasuki ronde kedua, Lang telah menguasai diri dan memberi serangan balik kepada Rocky. Ia membuat Rocky tersudut dan terjatuh, tetapi Rocky selalu bisa bangkit dan kembali memberikan perlawanan. Ketegangan antara Lang dan Rocky membuat ronde kedua berjalan dengan sangat panas. Saat istirahat, Apollo mengatakan kepada Rocky untuk melupakan rasa sakitnya dan bertarung menggunakan seluruh kekuatannya. 

<span style="font-weight: 400;">Merebut kembali Gelar Juara</span>

Pada ronde ketiga, Rocky benar-benar menerapkan ajaran dan nasihat Apollo. Ia menjadi sangat keras, bahkan tidak ragu-ragu untuk memprovokasi Lang di atas ring. Lang yang semakin merasa emosi menyerang Rocky habis-habisan tanpa menyadari bahwa Rocky sedang menjebaknya. Satu ketika, Rocky melihat Lang mulai kelelahan dan menyambar kesempatan itu untuk melakukan serangan balik. Rocky menyerang Lang bertubi-tubi dan tidak memberinya kesempatan untuk memberi perlawanan. Akhirnya, Rocky berhasil memukul jatuh Lang dan membuatnya KO. Dengan demikian, Rocky berhasil merebut kembali gelar juaranya. 

Bersama Adrian dan Apollo, Rocky menerima gelarnya kembali di atas ring. Kini, ia sekali lagi telah bangkit dan menjadi pribadi yang baru. Sejak saat itu, Apollo dan Rocky menjadi sahabat baik. Rocky menemukan sosok kawan sekaligus pelatih dalam diri Apollo dan ia sangat menghormatinya. Sekuel film ketiga Rocky ini pun berakhir dengan menunjukkan sebuah adegan saat Rocky dan Apollo berlatih tanding dalam ring. 

FAQ Sinopsis Film Rocky III 1982

Trailer Rocky III 1982

Nilai rata-rata 4.5 / 5. Jumlah penilai: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *