The Negosiator

The Negotiator

Di sebuah apartemen, sebuah tim kepolisian sedang bersiap untuk meringkus seorang lelaki yang menyandera anak kecil. Demi menghindari korban jiwa, seorang anggota polisi memasuki ruangan demi membuka jalan bagi rekan-rekannya untuk mengamankan korban, melumpuhkan pelaku, dan memulai cerita film The Negotiator. 

Danny Roman

Polisi yang memasuki ruangan itu bernama Danny Roman. Sebelumnya ia telah mencoba melakukan negosiasi dengan si penyandera. Akan tetapi, penyandera itu terlalu keras kepala sehingga Danny pun memutuskan untuk masuk dengan dalih memeriksa situasi dan memastikan tidak ada sandera lainnya. 

Danny membiarkan si penyandera  menodongnya sambil memeriksa setiap ruangan. Sementara itu, tim kepolisian berhasil membobol kunci pintu, mengamankan sandera, dan menyelinap untuk melindungi Danny. Danny menggiring penyandera ke sebuah kamar dan menempatkannya pada jangkauan dari tim penembak jitu yang berada di gedung seberang. 

Selain itu, Danny juga mulai memberi isyarat hitungan kepada Palermo si penembak jitu dari kepolisian. Danny juga terus mengajak penyandera itu berbicara hingga ia benar-benar lengah dan memaparkan dirinya dalam bidikan Palermo.  Kemudian, dengan perhitungan yang tepat Palermo menembak, melumpuhkan si penyandera berhasil tanpa menimbulkan korban jiwa. 

Malamnya, seluruh anggota kesatuan kepolisian merayakan keberhasilan mereka dengan berpesta dalam sebuah bar. Di situ, mereka terlihat seperti keluarga besar yang bahagia. Lalu, muncul siaran berita yang menayangkan liputan peristiwa penyanderaan yang baru saja mereka tangani. Nama Danny Roman mendapatkan apresiasi karena aksi heroiknya yang membuat para polisi berhasil menyelamatkan sandera. 

Semua orang memberi selamat kepada Danny, meskipun Beck, kapten tim taktis kepolisian mengkritik aksinya itu. Menurut Beck, apa yang dilakukan Danny justru menempatkan lebih banyak orang dalam bahaya. Danny tetap menghadapi Beck dengan tenang dan lebih santai ketika sahabatnya yang bernama Nate bergabung dalam pesta itu. 

Sebuah Kasus dan Kematian Nate

Danny dan Nate bercengkerama bersama. Para istri keduanya, Karen dan Linda pun terlihat akrab. Lalu, Nate mengajak Danny mengobrol berdua dalam mobil. Di situ, Nate mengutarakan informasi tentang keterlibatan oknum kepolisian dan provost dalam pencurian uang lembaga. Mereka berniat melanjutkan berdiskusi setelah pesta selesai dan mengantarkan istrinya masing-masing sampai di rumah. Namun, ketika Danny menemui Nate di suatu tempat, ia mendapati sahabatnya itu telah tewas tertembak. 

Kematian Nate membuat Danny sangat sedih. Setelah upacara pemakaman Nate, Inspektur Terrence Niebaum memimpin tim provost untuk menggeledah rumah Danny. Ternyata, mereka mendapatkan beberapa bukti pembayaran dengan nomor rekening di luar negeri. Bersama barang bukti lainnya yang berhasil ditemukan di TKP, Danny harus menjalani pemeriksaan karena diduga terlibat dalam pembunuhan Nate. 

Atasan Danny, Kepala Polisi Al Travis, memberinya skorsing selama ia menjalani penyelidikan. Sementara itu, rekan-rekannya yang lain mulai memandang Danny dengan sinis. Bahkan, saat berpapasan dengan Linda, istri Nate, menjelang pengadilan di kantor provost, Linda terlihat kesal dan membenci Danny maupun Karen. 

Danny merasa sangat terpojok setelah pengacaranya menyatakan tidak mampu memberi pembelaan lebih. Semua itu karena barang bukti yang ditemukan mengarahkan kecurigaan kepada Danny sendiri. Lalu, Danny mengingat perkataan Nate akan adanya oknum polisi dan provost yang memiliki keterlibatan dengan kasus pencurian anggaran lembaga itu. Danny menyadari bahwa dirinya sengaja dijebak dan difitnah. Maka, ia pun melakukan aksi yang mengejutkan semua orang. 

Aksi Nekat 

Setelah menyuruh Karen menunggu dalam mobilnya, Danny mendatangi kantor Niebaum dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Namun, Niebaum bersikeras tidak mengerti apa maksud Danny dan berbalik menyalahkannya. Maka, Danny mengambil kesempatan untuk menyandera Niebaum dan orang-orang yang berada di kantor provost saat itu. 

Aksi Danny membuat kepolisian mengepung dan mengevakuasi setiap orang dalam area gedung dan sekitar kantor provost. Mereka juga mulai mempersiapkan tim untuk meringkus Danny dan mengamankan para sandera. Sayangnya, kali ini mereka harus menghadapi Danny Roman, seorang negosiator andalan kepolisian. Maka, tidak sulit bagi Danny untuk mematikan setiap langkah dan gerakan yang dilakukan oleh kepolisian. 

Bahkan, ketika kepolisian menugaskan Farley sebagai negosiator untuk berkomunikasi dengan Danny, akibatnya sungguh menggelikan. Danny justru terlihat mengajari Farley bagaimana menjadi seorang negosiator dan memberinya tips untuk melakukan negosiasi dalam situasi yang sulit. 

Danny menyampaikan bahwa ia hanya bermaksud menemukan pembunuh Nate yang sebenarnya, membongkar motif serta semua yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. Sebab, hanya dengan itu ia bisa membuktikan dirinya tidak bersalah dan membersihkan nama baiknya. Untuk itu, ia mengatakan hanya mau berbicara dan bernegosiasi dengan seseorang yang bernama Chris Sabian. 

Chris Sabian 

Danny tidak mengenal atau akrab dengan Chris Sabian, tetapi itulah alasan mengapa Danny lebih memercayainya. Nate pernah mengatakan adanya keterlibatan orang dalam kepolisian sehingga Danny tidak bisa memiliki kepercayaan bahkan kepada rekan-rekannya sendiri. Beberapa saat setelah mendapat panggilan, Chris pun tiba dan memulai negosiasi dengan Danny. 

Chris Sabian sendiri juga seorang negosiator. Ia memiliki reputasi yang sama hebatnya dengan Danny Roman. Oleh karena itu, Chris sangat tenang dalam melakukan tugasnya. Meski demikian, Komandan Beck dan rekan-rekan lainnya cenderung tidak sabar dan ingin segera melumpuhkan Danny. 

Sebenarnya, Komandan Beck dan Kepala Polisi Travis memiliki alasan untuk itu. Sebelum Chris datang, pasukan Beck sempat berusaha menerobos. Namun, bukannya berhasil, mereka justru membuat kedua rekannya tertangkap dan dijadikan sandera oleh Danny. Beberapa saat kemudian, mereka bahkan mendengar Danny menembak salah satu polisi yang disanderanya, yang bernama Scott. 

Akan tetapi, Chris berhasil meyakinkan mereka untuk menyerahkan hal ini padanya. Ia tidak menginginkan akan ada korban lainnya di antara para sandera atau petugas kepolisian. Maka, bersama persetujuan dari FBI yang hendak mengambil alih kasus tersebut, Chris pun mendapatkan wewenang untuk memimpin proses penyelamatan para sandera. 

Penerobosan FBI

Chris menunjukkan kemampuannya. Beberapa kali ia membuat Danny mati kutu. Ia berhasil membuat satu kesepakatan dengan Danny dan membebaskan Komandan Grant Frost yang juga menjadi sandera Danny. Chris yang mulai mengerti akan maksud Danny mencoba memenuhi permintaan Danny berikutnya. Chris juga memercayai Danny setelah ia melihat Scott yang ternyata masih hidup. Danny hanya berpura-pura membunuhnya agar setiap orang percaya bahwa ia serius dan rela melakukan apa pun untuk membuktikan dirinya tidak bersalah. 

Sementara itu, berkat bantuan sandera bernama Maggie dan Rudy, Danny berhasil membuka komputer kerja Niebaum dan menemukan data-data beserta rekaman keterlibatan Inspektur Provost itu dengan pencurian anggaran lembaga dan pembunuhan Nate. Sayangnya, dengan inisiatif Hellman, Becks dan Travis memerintahkan penerobosan yang menimbulkan baku tembak antara kepolisian dengan Danny. Akibatnya, Niebaum meninggal terkena tembakan para polisi. 

Chris sangat marah ketika mengetahui hal ini. Setelah itu, FBI membebaskan Chris dari tugasnya dan mengambil alih penanganan kasus Danny Roman. Mereka mulai melakukan penerobosan untuk membekuk Danny. Namun, Danny lebih dulu mengamankan para sandera dan berhasil melarikan diri. Di luar, Danny bertemu dengan Chris yang memberi kesempatan dan membantu Danny menemukan bukti di rumah Niebaum. 

Pembuktian 

FBI dan kepolisian menemukan dan mengevakuasi para sandera. Mereka juga menemukan Scott yang ternyata masih hidup. Lalu, berdasarkan keterangan dari Maggie, kepolisian bergerak menuju rumah Niebaum. Saat itu, Komandan Beck menegaskan bahwa FBI telah kehilangan wewenang mereka sejak Danny meninggalkan gedung provost. 

Di rumah Niebaum, Danny sedang mencari bukti-bukti lainnya sementara Chris mendampinginya dan memantau situasi. Namun, mereka langsung bersembunyi ketika beberapa polisi, di antaranya adalah Hellman, tiba dan memasuki rumah tersebut. Tidak lama kemudian, Frost menyusul dan menggantikan Hellman untuk berbicara dengan Danny. Tiba-tiba, Chris muncul mengejutkan Frost dan membawa Danny. 

Chris melakukan negosiasi dengan Frost dan meminta bagian atas uang pencurian. Bahkan, Chris menembak Danny hingga terkapar. Setelah itu, Chris berhasil membuat kesepakatan dengan Frost. Frost keluar dari rumah setelah menghancurkan disket yang diberikan oleh Chris dan komputer di rumah Niebaum. Saat Frost mengabarkan bahwa Danny telah tewas tertembak, ia heran mengapa para polisi hanya diam dan melihatnya. 

Lalu, dari sebuah pengeras suara, terdengar Chris tengah membantu Danny untuk berdiri. Ternyata, Chris melakukan negosiasi dengan Frost hanya untuk mengelabuinya. Entah bagaimana, Chris membuat semua polisi di luar mendengar  semua pembicaraannya dengan Frost. Maka, ketika bersepakat dengan Chris lalu merusak dan menghancurkan barang Bukti, Frost sebenarnya mengakui kejahatannya sendiri dan para polisi di luar rumah Niebaum mendengar semua itu dengan jelas. 

Frost yang hendak melakukan tindakan bunuh diri, tetapi Komandan Beck lebih dulu menembak dan melumpuhkannya. Para polisi menangkap Frost, Hellman, dan oknum lain yang terlibat. Danny Roman masih hidup. Ia mendapat luka gores akibat tembakan dari Chris Sabian. Akan tetapi, berkat bantuan dan kecerdikan Chris itu, ia berhasil mengungkap dalang di balik pembunuhan sahabatnya, membongkar pelaku pencurian anggaran lembaga, dan membuktikan dirinya tidak bersalah.

FAQ Sinopsis Film The Negotiator 1998 Alur Cerita Awal Hingga Akhir LENGKAP

Trailer The Negotiator 1998

Nilai rata-rata 3 / 5. Jumlah penilai: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *