sinopsis film youre cordially invited

Sinopsis Film You’re Cordially Invited 2025

Jim, seorang single parent yang sangat menyayangi putrinya, Jennie, menjalani hidup dengan penuh kasih sayang. Suatu hari, Jenni tiba-tiba mengunjungi Jim bersama tunangannya. Jim terkejut bukan kepalang—tanpa ada kabar sebelumnya, putri semata wayangnya itu sudah bertunangan. Takut dianggap tidak mendukung, Jim langsung menyetujui hubungan mereka dan mulai merencanakan pernikahan Jenni. Ia memilih sebuah pulau kecil sebagai lokasi pernikahan—sebuah resort yang dulu digunakan untuk pernikahannya sendiri dengan mendiang istrinya.

Jim kemudian menelepon Scarlet, seorang wanita tua pemilik resort tersebut, untuk memesan tempat. Namun, saat Scarlet mendengar bahwa Jim ingin menggunakan tempat itu untuk pernikahan putrinya, ia tampak syok dan tiba-tiba pingsan. Ada sesuatu yang misterius tentang kenangan hari pernikahan Jim dan mendiang istrinya di pulau itu, tetapi tak ada yang tahu pasti apa yang terjadi.

Di sisi lain, ada Margot, seorang kakak perfeksionis yang ingin melangsungkan pernikahan adiknya, Neve, di resort yang sama. Margot sangat bersemangat karena ia ingin acara pernikahan Neve dilangsungkan di tepi dermaga saat matahari terbenam (sunset), sebuah upacara yang indah dan romantis.

H-1 Pernikahan Di Dermaga

Jim, Jenni, dan calon menantu Jim tiba di resort, disambut oleh teman-teman Jenni yang sudah lebih dulu sampai. Udara di pulau itu hangat, namun angin dari danau membawa kesegaran yang menyapu wajah mereka. Resort ini memiliki suasana yang begitu damai, dengan pepohonan rindang yang melingkupi area utama dan dermaga kayu kecil yang terbentang di atas air jernih. Dermaga itu tampak rapuh, hanya cukup untuk menampung beberapa orang saja, tetapi itulah daya tariknya. Saat matahari mulai tenggelam, sinarnya memantul di permukaan danau, menciptakan kilauan emas yang memukau.

Di sisi lain, Margot, Neve, dan keluarga mereka juga tiba di pulau itu dengan penuh antusiasme. Margot membayangkan betapa sempurnanya pemberkatan di dermaga itu: Neve akan berdiri di ujung dermaga, mengenakan gaun putih panjang yang bergoyang lembut oleh angin, dengan latar belakang langit oranye kemerahan yang memudar menjadi biru gelap. Tamu-tamu akan duduk di kursi-kursi kayu sederhana yang tersusun rapi di sepanjang dermaga, sementara suara alunan musik akustik mengiringi momen sakral itu.

Ketika Margot masuk menuju resepsionis untuk check-in, ia secara tak sengaja berpapasan dengan Jim dari arah yang berlawanan. Keduanya hampir bersamaan tiba di meja resepsionis. Saat Margot hendak check-in, Jim buru-buru menyela dan memberi tahu bahwa ia sudah memesan tempat itu untuk hari yang sama. Jim mengaku telah memesan langsung dengan Scarlet. Namun, kenyataannya, Scarlet meninggal dunia pada hari Jim melakukan pemesanan.

Saat Jim memeriksa buku tamu, ia menemukan nama Margot tertulis di sana. Curiga ada kesalahan, Jim mengambil pensil dan menggosok formulir pemesanan—ternyata, nama Jim sudah lebih dulu tercatat. Namun, Margot tak mau kalah. Ia menunjukkan bukti pembayaran kartu kreditnya, yang ternyata sudah tercatat lebih awal. Dengan bukti ini, Jim tak bisa berbuat apa-apa. Ia pasrah dan memutuskan untuk meninggalkan resort.

Setelah insiden itu, Margot menceritakan kejadian tersebut kepada Neve. Margot menggambarkan Jim sebagai seorang ayah yang sangat mencintai putrinya—bahkan rela membuat kue pernikahan sendiri, merias putrinya sendiri, dan melakukan segala hal demi kebahagiaan Jenni. Mendengar cerita itu, Neve tersentuh. Margot pun akhirnya sadar bahwa Jim adalah sosok yang baik hati. Ia memutuskan untuk menawarkan kompromi: mereka akan berbagi tempat. Acara pesta akan dibagi—Jim di luar hall, Margot di dalam. Upacara pemberkatan juga akan dibagi waktu: setengah awal sunset untuk Jim, dan setengah akhir untuk Margot.

Insiden Dermaga tepi Danau saat Sunset

Hari pemberkatan tiba. Jim dan Jenni mempersiapkan diri dengan penuh cinta. Jenni mengenakan gaun putih sederhana yang dipadukan dengan bunga-bunga liar dari taman resort. Di luar hall, dekorasi dibuat minimalis namun elegan, dengan lampu-lampu gantung kecil yang memberikan kesan hangat. Para tamu duduk di kursi-kursi kayu yang dihiasi pita putih, sementara aroma bunga melati memenuhi udara.

Sementara itu, Margot dan keluarganya bersiap untuk pemberkatan Neve di dermaga. Deretan kursi kayu kecil telah disusun rapi di sepanjang dermaga. Gaun Neve tampak seperti mimpi—gaun satin putih dengan detail renda yang halus, melambai lembut oleh angin danau. Langit mulai berubah warna, dari oranye terang menjadi ungu kemerahan, menciptakan suasana yang begitu magis. Musik dimainkan oleh seorang pemain biola tunggal, nada-nadanya mengalun pelan, seolah mengiringi detik-detik penting dalam hidup Neve.

Namun, ketika giliran Margot tiba, Jim mulai mengulur waktu. Ia sengaja memperpanjang pidato singkatnya selama upacara pemberkatan Jenni, membuat sunset Margot semakin terbatas. Margot curiga bahwa Jim melakukannya dengan sengaja. Namun, Jim tak hanya mengulur waktu. Ia diam-diam meminta salah satu nahkoda kapal di pulau itu untuk memacu *speed boat* dekat dermaga saat acara pemberkatan Neve, sehingga air menyiprat ke venue. Nahkoda itu malah melakukannya dua kali, dan yang kedua jauh lebih ekstrem—dermaga kayu kecil itu runtuh, menyebabkan semua tamu tercebur ke danau.

Neve, yang basah kuyup, menyalahkan Margot karena tidak mendengarkan saran tunangannya dan ibunya untuk tidak melangsungkan pemberkatan di dermaga. Malam itu menjadi suram bagi keluarga Margot. Margot, yang merasa bersalah, menyendiri di tepi danau sambil bermain golf. Tak lama kemudian, Jim datang menghampiri. Ia mengakui bahwa ia memang sengaja mengulur waktu dan meminta nahkoda untuk menyipratkan air ke venue pemberkatan Margot. Namun, ia tidak menyangka nahkoda akan melakukannya dua kali dan menyebabkan dermaga runtuh. Jim meminta maaf kepada Margot. Meski Margot tampak biasa saja di permukaan, ia diam-diam merencanakan balas dendam.

Balas Dendam dan Perdamaian

Pada malam resepsi Jenni, Margot menyusun rencana untuk menghancurkan kue pernikahan yang dibuat Jim untuk putrinya. Ia menyuruh saudara laki-lakinya mengenakan kostum zebra—ikon salah satu acara TV populer saat itu—untuk menari-nari dengan gila di resepsi Jenni, mengincar kue pernikahan dan meja prasmanan. Resepsi berubah menjadi kacau balau. Jim menyadari siapa dalang di balik semua ini dan semakin marah terhadap Margot.

Jennie dan suaminya, yang kecewa dengan sikap Jim, memutuskan untuk meninggalkan resort dengan *boat*. Jim, yang merasa sedih dan menyesal, berusaha mengejar mereka, namun gagal dan malah tercebur ke danau.

Sementara itu, Margot merasa lelah setelah melangsungkan resepsi Neve. Saat ia masuk ke kamarnya, ia terkejut luar biasa mendapati Jim di ranjangnya—memeluk seekor buaya yang kelelahan. Jim mengira buaya itu sudah kalah, tapi ternyata belum. Buaya itu bangkit lagi dan mulai menyerang Jim. Mereka berdua panik, tetapi akhirnya berhasil mengeluarkan buaya dari kamar, meskipun tangan Margot terluka.

Benih Cinta dan Akhir Bahagia

Dari insiden itu, Jim dan Margot mulai menyadari bahwa mereka memiliki banyak kesamaan. Lambat laun, benih cinta tumbuh di antara mereka. Mereka akhirnya berhasil menyelesaikan masalah mereka dengan keluarga masing-masing, serta masalah mereka dengan diri sendiri. Jim melamar Margot di sebuah acara keluarga yang lebih bahagia, menandai awal baru bagi keduanya.

Film ini mengajarkan kita tentang pentingnya pengertian, kompromi, dan bagaimana konflik dapat membawa dua orang yang awalnya saling bermusuhan menjadi lebih dekat. Di bawah langit malam yang penuh bintang, Jim dan Margot berdiri di tepi danau, memandang pantulan cahaya bulan di permukaan air, sambil merenungkan betapa indahnya perjalanan mereka menuju cinta.

FAQ Sinopsis Film You’re Cordially Invited 2025

Trailer Sinopsis Film You’re Cordially Invited 2025 2025

Rate: 0.0 (0 raters)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *