Cerita Film Public Enemies

Sinopsis Film Public Enemies 2009

Public Enemies adalah sebuah film tentang upaya seorang agen FBI Melvin Purvis untuk menangkap penjahat John Dillinger, Baby Face Nelson, dan Pretty Boy Floyd. Film ini mengadaptasi buku nonfiksi karya Bryan Burrough, Public Enemies: America’s Greatest Crime Wave and the Birth of the FBI, 1933-1934. Saya merasa wajib menulis cerita film Public Enemies yang rilis pada tahun 2009 ini karena Johnny Depp dan Christian Bale memerankan dua karakter utamanya. Baiklah, selamat menikmati. 

Cerita Film Public Enemies – Pembobolan Penjara

Pada tahun 1933, John Dillinger (Johnny Depp) menuju Penjara Negara Bagian Indiana bersama temannya, John “Red” Hamilton (Jason Clarke), yang menyamar sebagai petugas pengiriman tahanan. Dengan cekatan, keduanya menyergap para penjaga dan berhasil membebaskan rekan-rekan mereka, di antaranya adalah  Charles Makley (Christian Stolte) dan Harry Pierpont (David Wenham). Namun, salah seorang dari mereka, Ed Shouse (Michael Vieau), membunuh seorang penjaga dan mengakibatkan pertempuran pecah ketika kelompok itu berusaha melarikan diri. 

Dalam kekacauan itu, Walter Dietrich (James Russo), teman dan mentor John, tewas. John yang amarah mengusir Shouse dari mobil, lalu melarikan diri ke sebuah peternakan terpencil bersama anggota kelompoknya yang tersisa. Di tempat itu, seorang polisi bernama Martin Zarkovich (John Michael Bolger), meyakinkan mereka untuk mencari perlindungan di Chicago dan bergabung dengan kelompok Mafia.

Sementara itu, di East Liverpool, Ohio, Melvin Purvis (Christian Bale) dan para agen FBI memburu Pretty Boy Floyd (Channing Tatum). Purvis berhasil membunuh Floyd dan mendapatkan promosi dari J. Edgar Hoover (Billy Crudup), yang tengah berupaya mengubah FBI menjadi sebuah badan penegak hukum nasional. Setelah pengajuan dananya mendapat penolakan dalam sidang, Hoover menugaskan Purvis untuk memimpin sebuah tim dan memburu John Dillinger. Di samping itu, FBI pun secara resmi mengumumkan “Perang terhadap Kejahatan” untuk pertama kalinya secara nasional.

Cerita Film Public Enemies – Cinta pada Pandangan Pertama

Kembali pada John, setelah sukses merampok sebuah bank, ia bertemu dengan Billie Frechette (Marion Cotillard)di sebuah restoran, merayunya kejujuran dan pembawaannya yang elegan, dan menjadikannya kekasihnya. Tentunya, John juga memberi Billie hadiah sebuah mantel bulu binatang yang terlihat mahal dan mewah.. Billie pun jatuh hati pada John, bahkan setelah mengetahui identitas sebenarnya dari pria tampan itu. 

Di tempat lain, Purvis mengorganisir penyergapan di sebuah hotel yang diyakini sebagai tempat tinggal John Dillinger. Sayangnya, penyergapan itu berakhir dengan kegagalan. Namun, seorang agen terbunuh oleh seorang penghuni hotel yang langsung melarikan diri setelahnya. Purvis menyadari bahwa yang mereka tembak bukanlah target utamanya, melainkan Baby Face Nelson (Stephen Graham). Setelah insiden itu, Purvis meminta J. Edgar Hoover membawa agen-agen yang tahu cara menangkap para penjahat hidup atau mati, termasuk “koboi” Texas, Charles Winstead (Stephen Lang).

Akhirnya, polisi berhasil menemukan John dan menahannya bersama dengan rekan-rekannya di Tucson. John dan beberapa rekannya berhasil kabur, tetapi sebagai konsekuensinya, John tidak bisa menemui Billie kekasihnya itu tengah mendapat pengawasan ketat. Lalu, John mengetahui bahwa kelompok Mafia Chicago Outfit di bawah Frank Nitti (Bill Camp) tidak mau lagi membantu dan bekerja sama dengan mereka. Alasannya, tindakan kejahatan John mulai menarik perhatian pemerintah Amerika Serikat, dan mulai mengancam bisnis perjudian yang selama ini menguntungkan Nitti.

Cerita Film Public Enemies – Pelarian dan Perburuan

Kemudian, John bertemu dengan rekan perampok bank Tommy Carroll (Spencer Garrett) di sebuah bioskop. Selain Carrol, Shouse juga berada di tempat itu dan ingin bergabung kembali dengan kelompok John. Carroll meyakinkan John untuk merampok bank di Sioux Falls dan menjanjikan sebuah pembagian hasil yang besar. Meskipun Baby Face Nelson yang tidak disukainya turut serta dalam rencana tersebut, John akhirnya menyetujui dan mengikuti ide tersebut. Dalam perampokan tersebut, Nelson menembak seorang polisi di luar bank dan memicu baku tembak dengan pihak kepolisian. John pun mendapatkan luka di tangan akibat aksi itu. Kelompok tersebut berhasil melarikan diri dan meninggalkan Carroll yang terluka parah dan sekarat. Mereka mencari perlindungan di sebuah pondok terpencil yang milik Nelson di Little Bohemia. Sayangnya, hasil perampokan tersebut jauh dari harapan mereka. 

John ingin membebaskan rekan-rekannya yang masih berada dalam penjara, termasuk Pierpont dan Makley, tetapi Red meyakinkannya bahwa itu hampir tidak mungkin. Di sisi lain, Purvis dan timnya berhasil menangkap Carroll, yang ternyata masih hidup, dan menginterogasinya agar memberikan informasi tentang tempat persembunyian komplotan tersebut. Hasil interogasi tersebut membawa mereka ke Little Bohemia untuk melakukan penyergapan, Namun, usaha penyergapan yang juga melalui baku tembak tersebut juga berakhir dengan kegagalan, bahkan menyebabkan beberapa warga sipil tewas karenanya. Dalam pelarian, John dan Hamilton terpaksa berpisah dari komplotan mereka. 

Agen Clarence Hurt (Don Frye) mengejar John dan Hamilton melalui hutan dan mereka pun setelah aksi baku tembak, Hamilton terluka parah. Dalam upaya untuk melarikan diri, Nelson, Shouse, dan Van Meter (Stephen Dorff) mencuri mobil FBI dan membunuh beberapa agen. Salah satu di antara agen yang menjadi korban adalah mitra Purvis yang bernama Carter Baum (Rory Cochrane). Lalu, setelah pengejaran dengan mobil, Purvis dan rekan-rekannya berhasil membunuh Nelson dan kawan-kawannya yang tersisa. Sementara itu, John dan Hamilton mencuri mobil dari seorang petani dan berhasil melarikan diri. Sayangnya, Hamilton tewas pada malam itu. 

Cerita Film Public Enemies – Impian dan Akhir

Setelah itu, John berhasil menemukan Billie dan merencanakan perampokan terakhirnya. Ia berharap perampokan terakhirnya itu dapat menghasilkan cukup uang dan bermaksud melarikan diri bersama Billie. Ia pun membawa Billie ke sebuah hotel yang ia yakini aman, tetapi FBI tiba-tiba datang dan menyergap keduanya. John sendiri berhasil melarikan diri, tetapi tidak dengan Billie. Dari kejauhan, ia hanya bisa menangisi Billie yang tertangkap oleh FBI. Seorang agen polisi bernama Reinecke menginterogasi Billie dengan siksaan fisik dalam upayanya mendapatkan informasi tentang keberadaan John. Billie kembali mendapatkan siksaan dari Reinecke setelah informasi darinya tidak membuahkan hasil. Untungnya, Purvis tiba tepat waktu dan menyelamatkan Billie dari agen polisi yang bengis itu. 

Purvis melakukan langkah selanjutnya dalam perburuannya terhadap John. Ia bekerja sama dengan saudara perempuan dari targetnya sendiri yang bernama Anna Sage. Anna menyetujui kerja sama itu setelah Purvis berjanji hanya akan menangkap John, tidak membunuhnya. Setelah mengatur rencana sedemikian rupa, Purvis mendapat kabar dari Anna dan segera memimpin timnya untuk melakukan penangkapan di sebuah gedung bioskop. Dalam aksi penyergapan tersebut, John menyadari kehadiran Harold Reinecke yang pernah menyiksa Billie dan hendak menembaknya. Sayangnya, ia mendapat beberapa tembakan sebelum sempat mengambil senjatanya.  

Agen Winstead melepaskan tembakan fatal terakhir yang akhirnya merenggut nyawa John. Purvis gagal memenuhi janjinya kepada Anna dan wanita itu hanya bisa menyesali keputusannya untuk bekerja sama dengan kepolisian. Beberapa waktu kemudian, Winstead menemui Billie Frechette di penjara dan memberitahukan kata-kata terakhir John Dillinger, “Selamat tinggal Blackbird.” Hal itu membuat kesedihan Billie semakin mendalam. Setelah mendapat kebebasannya pada tahun 1936, ia memutuskan untuk tinggal di Wisconsin seumur hidupnya. Di sisi lain, Melvin Purvis keluar dari FBI segera setelah itu dan meninggal karena bunuh diri pada tahun 1960, dan berakhirlah cerita film Public Enemies.  

FAQ Sinopsis Film Public Enemies 2009

Trailer Public Enemies 2009

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah penilai: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *